Pengeringan

Posted: September 29, 2010 in Ilmu Pengetahuan

2.1 Pengeringan
Pengeringan memiliki pengertian sederhana yang berarti menghilangkan air dari suatu bahan. Proses pengeringan atau penghidratan berlaku apabila bahan yang dikeringkan kehilangan sebahagian atau keseluruhan air yang dikandungnya. Proses utama yang terjadi pacta proses pengeringan adalah penguapan. Penguapan terjadi apabila air yang dikandung oleh suatu bahan teruap, yaitu apabila panas diberikan kepada bahan tersebut. Panas ini dapat diberikan melalui berbagai sumber, seperti kayu api, minyak dan gas, arang baru ataupun tenaga surya. Pengeringan juga dapat berlangsung dengan cara lain yaitu dengan memecahkan ikatan molekul-molekul air yang terdapat di dalam bahan. Apabila ikatan molekul-molekul air yang terdiri dari unsur dasar oksigen dan hidrogen dipecahkan, maka molekul tersebut akan keluar dari bahan. Akibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya (Rosdaneli, 2005).
Pengeringan berbagai umpan diperlukan berdasarkan salah satu atau beberapa alasan berikut:
1. Kebutuhan untuk mempermudah penanganan padatan yang dapat mengalir bebas.
2. Pengawetan dan penyimpanan.
3. Pengurangan biaya transportasi.
4. Mendapatkan hasil dengan kualitas yang diinginkan.
Dalam beberapa proses, pengeringan yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerusakan mutu hasil yang tidak mungkin diperbaiki sehingga tidak dapat dijual. Pengeringan merupakan operasi yang rumit yang meliputi perpindahan panas dan massa secara transien serta beberapa laju proses, seperti transformasi fisik atau kimia, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan mutu hasil maupun mekanisme perpindahan panas atau massa. Perubahan fisik yang mungkin terjadi adalah: pengkerutan, kristalisasi, penggumpalan, transisi gelas.
Pengeringan terjadi melalui penguapan cairan dengan pemberian panas ke bahan umpan basah. Panas dapat disediakan melalui konveksi (pengring langsung), konduksi (pengering sentuh atau tak langsung), radiasi atau secara volumetric dengan menempatkan bahan basah tersebut dalam medan elektromagnetik gelombang mikro atau frekuensi radio. Lebih dari 85% mesin pengering industrial adalah jenis konvektif dengan udara panas atau gas-gas pembakaran langsung sebagai media pengering. Lebih dari 99% penerapan pengeringan melibatkan proses pelepasan air. Seluruh cara pengeringan kecuali dielektrik (gelombang elektromagnetik atau frekuensi radio), menyediakan panas pada batas objek yang dikeringkan sehingga panas harus berdifusi ke dalam padatan secara konduksi. Cairan harus bergerak kebatas bahan sebelum diangkut ke luar oleh gas pembawa (atau dengan penerapan vakum pada pengering non konvektif).
Pergerakan air di dalam padatan dapat terjadi melalui salah satu atau lebih dari mekanisme pindah massa berikut:
 Difusi cairan, jika padatan basah berada pada suhu dibawah titik didih cairan tersebut.
 Difusi uap, jika cairan tersebut menguap dalam bahan
 Difusi Knudsen, jika pengeringan berlangsung pada suhu dan tekanan sangant rendah, misalnya pada pengering beku
 Difusi permukaan,
 Beda tekanan hidrostatik, jika laju penguapan internal melampaui laju pergerakan uap melalui padatan ke lingkungan sekitar
 Kombinasi dari mekanisme di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s