Fermentasi Alkohol

Posted: November 20, 2009 in Ilmu Pengetahuan

Fermentasi yang ditujukan untuk mendapatkan hasil akhir senyawa alkohol dapat diproleh dari bahan baku bermacam-macam seperti ubi, apel, belimbing, dan lain-lain. yang paling penting adalah bahan tersebut mengandung glukosa yang akan dikonversikan menggunakan bantuan ragi. Dengan reaksi sebagai berikut :

C6H12O6 + Ragi —–> 2 C2H5OH + 2 CO2

Ragi digunakan untuk menghasilkan mikroba yang nantinya menghasilkan enzim untuk fermentasi.
mikroba tersebut seiring waktu akan mengalami fase-fase perkembangan, antara lain :
1. Fase Lag
fase dimana, mikroba melakukan adaptasi terhadap lingkungan (media fermentasi)
2. Fase pertumbuhan yang dipercepat (logaritma)
pada fase ini mikroba mengalami pertumbuhan yang sangat cepat
3. Fase stasioner (tetap)
Dimana jumlah mikroba yang mengalami kematian sama dengan mikroba yang bertumbuh,
sehingga jumlah mikroba tetap
4. Fase Kematian
Pada fase ini mikroba tidak mengalami pertumbuhan lagi, jumlah mikroba semakin menurun

Selain dipengaruhi pertumbuhan mikroba, fermentasi juga dipengaruhi :
1. Kadar air
Kadar air tergantung pada mikroba yang digunakan, ada mikroba yang hidup dilingkungan
berair dan ada yang tidak membutuhkan banyak air.
2. PH
Bakteri hidup pada kisaran PH berbeda-beda.
Newtrofil ( 6-8), Asidrofil(2-5), Alkalofil (8,4-9,5)
3. Nutrisi
Nutrisi meliputi vitamin dan garam mineral, nutrisi harus selalu di kontrol
4. Suhu
Suhu optimal fermentasi tergantung jenis mikroba yang digunakan. Phsykrofil (di
bawah 25oC), Mesofil (25-45oC), Thermofil (di atas 45oC)
5. Oksigen
Kebutuhan oksigen juga tergantung mikroba yang di gunakan, apabila aerob membutuhkan
Oksigen, anaerob tidak memerlukan Oksigen
Variable yang pelu dibahas dalam fermentasi Alkohol adalah CO2 dan Alkohol itu sendiri karena hanya kedua senyawa tersebutlah yang menjadi produk dari fermentasi alkohol.
* Kadar alkohol yang dihasilkan pada suatu fermentasi akan meningkat seiring bertambahnya waktu. Hal ini disebabkan karena glukosa yang ada pa sampel terus menerus difermentasi. Tetapi ada batasan waktu tertentu, dimana Glukosa yang ingin difermentasikan semakin berkurang jumlahnya. Apabila terlalu lama, malah Hasil yang kita harapkan yaitu alkohol akan di konversikan ke bentuk senyawa lain.
**Begitu juga kadar CO2 akan meningkat seiring semakin bertambahnya fermentasi, karena konversi glukosa menjadi alkohol dan karbondioksida semakin banyak. Tetapi sama halnya dengan penjelasan saya di atas apabila semakin lama, ada juga efek sampingnya.
trims…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s