Pemurnian Etanol Pada Beer Dengan Destilasi Dan Dehidrasi

Posted: April 30, 2009 in Ilmu Pengetahuan

Produk hasil fermentasi dikenal dengan istilah ‘bir’ (beer) yang merupakan campuran antara ethanol, biomassa sel, dan air. Di dalam tahapan ini, konsentrasi ethanol dari biomassa lignoselulosa lebih rendah (≤ 5%) daripada ethanol yang berasal dari jagung. Konsentrasi ethanol yang dapat ditolelir oleh mikroba adalah kurang lebih 10% pada suhu 30oC, tetapi akan menurun dengan naiknya temperature (Hamelinck, Hooijdonk, & Faaij, 2005). Produk dari tahapan fermentasi berbentuk seperti bubur (slurries) dan sulit untuk ditangani, dimana kandungan padatannya sekitar 15%, dan juga terkait dengan kandungan ethanol yang kurang dari 5 %.
Tahapan pertama untuk purifikasi (pemurnian) ethanol adalah distilasi ‘bir’. Distilasi dapat dilakukan beberapa tahap sampai kadar ethanol dibawah azeotrope (95%). Penghilangan sisa air (dehidrasi) dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan menambahkan kapur tohor (CaO) dimana air akan bereaksi dengan kapur membentuk Ca(OH)2. Dehidrasi juga bisa menggunakan zeolit sintetik yang dapat menyerap air dari campuran ethanol-air 95%. Sebanyak kurang lebih 99.9% ethanol dapat diperoleh dari daur ulang (recycling) antara distilasi dan dehidrasi (wordpress.com).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s